POTENSI KEBERHASILAN BESAR "KETAPANG BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DENGAN SISTEM BIOFLOK DESA MODAYAG"
Kunjungan hari ini (10 Juni 2026) adalah Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Ketapang Desa T.A 2025, Desa Modayag Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur_Sulawesi Utara, dengan Kegiatan Budidaya Ikan Air Tawar yang terdiri dari Ikan Mas, Nila dan lele dengan teknik Bioflok
Kegiatan Ketapang Desa Modayag Tahun 2025, praktis dimulai Bulan Desember 2025, dikarenakan terjadi beberapa kali pergantian Pj. Kades, sehingga kegiatan tersebut menjadi sangat terlambat. Sebagai langkah awal TPKK yang terbentuk mengelola Ketapang Desa, menyiapkan lahan dan Bioflok yang dibuat sendiri berjumlah 24 unit. Barulah sekitar minggu ke 3 Mei 2026 wadah telah siap untuk dilepaskan bibit ikan. Bibit yang dilepas adalah 2100 ekor Ikan Mas, 19500 ekor Ikan Nila dan 2000 Ikan Lele. Bibit-bibit tersebut dilepaskan dalam 20 unit Bioflog, sementara 4 unit yang lain dilepaskan Indukan Ikan Mas dan Nila sebanyak 24 Ekor untuk tujuan pembibitan.
Sekitar lebih dari 4 jam diskusi dengan Ketua TPKK tentang seputaran pemeliharaan dan prospek pemasaran nantinya, muncul hitung-hitungan sederhana namun mempunyai Multiplier Effect yang luar biasa. Dalam hitungan Ketua TPKK diempat bulan kedepan saat masa panen, Jumlah 2100 Ikan Mas akan menjadi 700 kg dengan (dengan ukuran 3 ekor/kg), dengan hitungan resiko 20% menjadi 560 kg dan harga minimal pasar 70.000/kg maka hasilnya adalah 39.200.000. Ikan Nila dengan hitungan ukuran sama dengan ikan mas menjadi 5200 kg dan harga minimal pasar 27.500/kg maka hasilnya 143.000.000. Kemudian Ikan Lele dengan ukuran 5 ekor/kg menjadi, dipotong resiko usaha menjadi 320kg dengan minimal harga pasar 25.000/kg menjadi 8.000.000, belum lagi ditambah dengan hasil penjualan bibit ikan, omsetnya akan lebih bertambah.
Dari gambaran tersebut, bisa diperkirakan dijangka waktu 4 bulan panen TPKK akan memperoleh omset hampir 200.000.000, apabila dipotong operasional, belanja pakan, bahkan tambahan bibit untuk proses berikutnya, masih akan menyisakan laba sekitar 30-35% atau lebih dari 60.000.000. Kondisi tersebut akan sangat mempengaruhi pertumbuhan bahkan peningkatan ekonomi masyarakat desa, apalagi keuntungan tyang diperoleh diberdayakan untuk kegiatan Ketapang yang lain dan dikelola juga oleh kelompok masyarakat yang lain, bukan tidak mungkin beberapa waktu kedepan seluruh masyarakat Desa Modayag akan menjadi pengelola kegiatan Ketahanan Pangan Desa yang nantnya akan membawa efek kesejahteraan.

Komentar
Posting Komentar